Dugaan Pungli dalam Rantai Pasok Program MBG Muncul, Pelaku UMKM Minta Pengawasan Diperketat

By Admin


Ilustrai MBG
nusakini.com, Makassar – Dugaan adanya pungutan di tingkat pemasok kembali menjadi sorotan setelah seorang pelaku usaha yang pernah bermitra dengan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengungkap pengalaman bisnis yang dinilainya merugikan.

Pelaku usaha roti asal Makassar yang menggunakan nama samaran Arum mengaku menemukan sejumlah praktik yang menurutnya membebani pemasok selama menjalin kerja sama dengan beberapa dapur MBG di Makassar dan Gowa.

Salah satu yang disoroti adalah adanya kewajiban pembayaran tertentu yang disebut sebagai syarat kemitraan. Menurut pengakuannya, sejumlah pemasok diminta menyetorkan dana rutin ke rekening yayasan dengan nominal ratusan ribu rupiah setiap pekan.

Arum menyebut pembayaran tersebut dijelaskan sebagai bentuk sumbangan atau insentif untuk yayasan yang menaungi kegiatan dapur.

Selain itu, ia juga mengaku pernah menerima permintaan komisi yang besarannya menyesuaikan volume pesanan. Dalam keterangannya, nilai komisi tersebut dapat mencapai ratusan ribu hingga lebih dari satu juta rupiah untuk satu transaksi.

Menurut Arum, beban tambahan semacam itu berdampak langsung terhadap keberlangsungan usaha pemasok, terutama pelaku UMKM yang memiliki margin keuntungan terbatas.

Persoalan lain yang disoroti adalah adanya permintaan untuk mencantumkan nilai transaksi yang lebih tinggi pada dokumen administrasi dibanding harga hasil negosiasi. Ia menilai praktik tersebut perlu mendapat perhatian karena berpotensi menimbulkan persoalan tata kelola.

Di tengah berbagai keluhan tersebut, Arum menegaskan bahwa dirinya akhirnya memilih menghentikan kerja sama dengan dapur MBG sejak sekitar dua bulan lalu.

Ia berharap ada evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme kemitraan antara dapur penyedia makanan dan para pemasok agar program pemerintah tersebut dapat berjalan lebih akuntabel dan tidak membebani pelaku usaha.

Sampai berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari pengelola dapur MBG maupun pihak terkait atas dugaan yang disampaikan Arum. Oleh karena itu, informasi tersebut masih memerlukan konfirmasi dan klarifikasi dari seluruh pihak yang disebutkan. (*)